Pasukan Khusus AS Serang Al-Qaeda Yaman
Tujuh Petempur Tewas
Washington, (LaskarQQ). Tujuh petempur tewas akibat serangan pasukan khusus AS terhadap petempur al Qaeda di Yaman, Selasa (23/5).
Komando Pusat AS mengatakan dalam pernyataan bahwa beberapa petempur al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) tewas akibat tembakan senjata ringan dan serangan udara di provinsi Marib, dengan dukungan pemerintah Yaman.
"Serangan seperti itu memberi informasi tentang penempatan AQAP, kemampuan dan tujuannya, yang dapat memungkinkan kami terus melakukan pengejaran lebih lanjut, menghancurkan, dan mengalahkan AQAP," menurut pernyataan tersebut.
Dua pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut jati dirinya, mengatakan kepada Reuters secara terpisah bahwa tidak diketahui apakah ada korban dari pihak AS. Serangan tersebut dilakukan sekitar 40-45 kilometer utara tempat serangan AS lainnya, yang berlangsung pada akhir Januari.
Salah satu pejabat AS mengatakan bahwa tidak ada laporan terkini terkait korban sipil dalam serangan yang dilakukan oleh prajurit pasukan khusus AS itu.
Operasi pada Januari lalu merupakan operasi pertama yang disahkan oleh Presiden AS Donald Trump, dan dipuji sebagai keberhasilan oleh Gedung Putih dan pejabat AS lainnya.
Namun, kritikus mempertanyakan nilai misi tersebut setelah seorang perwira Angkatan Laut AS terbunuh. Perempuan dan anak anak, serta beberapa petempur, juga tewas dalam serangan tersebut.
Militer AS telah melakukan lebih dari 80 serangan di Yaman melawan petempur Al Qaeda sejak Februari.
Kelompok ini memiliki salah satu pembuat bom yang paling ditakuti di dunia, Ibrahim Hassan al-Asiri, dan AQAP telah menjadi fokus perhatian pemerintah AS sejak 2009, ketika mereka mencoba meledakkan sebuah pesawat di Hari Natal.
Kelompok tersebut juga memanfaatkan perang saudara Houthi, yang bersekutu dengan Iran, melawan Pemerintah Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi, yang didukung Arab Saudi. Mereka berusaha melebarkan kendali dan pengaruhnya di negara Semenanjung Arab itu, yang juga salah satu negara termiskin di Timur Tengah.




No comments:
Post a Comment